Pungutan Parkir dan Kebersihan Ada, Kondisi Taman Bukit Tengah Kerinci Justru Memprihatinkan

Kerinci,lugasline.id-Sebuah video yang diunggah akun TikTok atas nama Dorel Efendi pada Selasa, 13 Januari 2026, mendadak menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, Dorel Efendi menyampaikan kekesalannya terhadap kondisi Taman Bukit Tengah yang berlokasi di Desa Mukai Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, yang dinilai tidak sebanding dengan biaya parkir dan kebersihan yang dipungut kepada pengunjung.

Dalam rekaman video itu, Dorel mengaku datang ke Taman Bukit Tengah dengan membawa tamu dari Jambi menggunakan dua unit mobil. Setibanya di lokasi, ia diminta membayar Rp10.000 untuk parkir dan Rp10.000 untuk kebersihan per mobil. Dengan demikian, total biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp40.000 untuk dua mobil.

“Katanya Rp10.000 untuk parkir dan Rp10.000 untuk kebersihan per mobil,” ujar Dorel dalam video tersebut.

Namun, yang menjadi sorotan utama bukan semata besaran biaya, melainkan kondisi taman yang dinilai jauh dari kata bersih dan terawat. Dalam video itu, Dorel secara langsung memperlihatkan area taman yang dipenuhi sampah berserakan, rumput liar yang tumbuh di sekitar paving block, serta bangunan yang tampak terbengkalai.

Dengan nada kecewa, ia bahkan menyebut bangunan yang ada di kawasan taman tersebut sudah menjadi “bangunan Majapahit”, sebuah sindiran keras terhadap kondisi fisik bangunan yang tampak tua, tidak terurus, dan kehilangan fungsi estetika sebagai ruang publik.

“Ini semua sudah ditumbuhi rumput, paving block-nya kotor, taman tidak terawat. Lalu di mana sebenarnya kebersihan yang dimaksud?” ucapnya dalam video.

Di akhir pernyataannya, Dorel Efendi secara terbuka mempertanyakan akuntabilitas pengelolaan Taman Bukit Tengah, serta meminta klarifikasi dari pengelola taman maupun pemerintah yang berwenang. Ia juga mengajak pihak terkait untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik melalui kolom komentar.

Video tersebut memantik beragam respons warganet. Sebagian mendukung kritik yang disampaikan, sementara lainnya mendesak adanya transparansi pengelolaan retribusi parkir dan kebersihan di kawasan wisata dan ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Taman Bukit Tengah maupun instansi pemerintah terkait mengenai dugaan pungutan serta kondisi fasilitas yang disorot dalam video viral tersebut.