Jakarta,lugasline.id- Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang menyebut dirinya sebagai salah satu penyebab pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Los Blancos.
Pemain timnas Inggris itu dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
Manajemen Real Madrid secara resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala baru setelah Xabi Alonso diberhentikan pada Senin lalu. Meski demikian, keputusan tersebut memunculkan banyak spekulasi, terutama karena performa tim dinilai masih kompetitif.
Saat ini Real Madrid berada di peringkat kedua klasemen La Liga, terpaut empat poin dari Barcelona. Di bawah asuhan Alonso, Madrid mencatatkan persentase kemenangan mencapai 70,6 persen, sebuah angka yang terbilang solid untuk seorang pelatih anyar.
Keputusan berpisah dengan Alonso disebut terjadi tak lama setelah kekalahan Real Madrid dari Barcelona di ajang Supercopa de Espana. Namun berbagai laporan menyebut bahwa hasil di partai final itu bukan alasan utama pemecatan sang pelatih.Isu lain yang berkembang menyebutkan Alonso dianggap gagal menguasai ruang ganti. Sejak ditunjuk pada musim panas lalu, ia dikabarkan kurang mendapat dukungan penuh dari sejumlah pemain inti, bahkan disebut kerap diabaikan instruksinya.
Beberapa media Spanyol kemudian menyeret nama-nama pemain senior Real Madrid yang dituding mendorong manajemen untuk memecat Alonso. Jude Bellingham menjadi salah satu nama yang disebut-sebut berada dalam daftar tersebut.Merespons rumor itu, Bellingham melontarkan bantahan keras melalui pernyataan tertulis. Ia menegaskan hubungannya dengan Alonso baik-baik saja dan menolak anggapan bahwa dirinya terlibat dalam pemecatan sang pelatih.
“Sampai saat ini saya terlalu sering membiarkan berita seperti ini, karena saya berharap kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Tapi sejujurnya, rumor-rumor ini benar-benar omong kosong. Saya sungguh merasa kasihan pada orang-orang yang mempercayai setiap kata dari para badut ini dan ‘sumber’ mereka,” tulis Bellingham.
“Jangan percayai semua yang Anda baca. Sesekali, orang-orang seperti ini perlu dimintai pertanggungjawaban atas penyebaran informasi menyesatkan yang merusak ini, hanya demi klik dan kontroversi semata,” ia menandaskan.(*)






