Jambi, lugasline.id – Polda Jambi menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. M. Mustaqim, di Ruang Coffee Morning Mapolda Jambi, Senin (26/01/2026).
Menanggapi perselisihan antara guru dan siswa yang sempat terjadi di Tanjung Jabung Timur, Wakapolda Jambi menekankan bahwa pendekatan hukum di lingkungan sekolah harus dilakukan secara bijak.
“Permasalahan antara guru dan siswa diharapkan dapat diselesaikan melalui mediasi dan kekeluargaan agar tidak berdampak luas bagi dunia pendidikan,” ujar Brigjen Pol. M. Mustaqim.
Poin Penting Audiensi:
- Apresiasi Profesi: Polri mengakui peran strategis guru sebagai pilar utama pencerdasan bangsa.
- Restorative Justice: Mendorong penyelesaian masalah melalui komunikasi dua arah untuk menghindari dampak psikologis pada siswa maupun guru.
- Perlindungan Hukum: Kapolda Jambi melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Erlan Munaji, memastikan bahwa Polda Jambi mendukung penuh perlindungan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Kabid Humas Polda Jambi menambahkan bahwa setiap laporan yang melibatkan tenaga pendidik akan disikapi secara proporsional. “Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan. Solusi terbaik adalah memastikan stabilitas sosial di lingkungan sekolah tetap terjaga tanpa mengabaikan prosedur hukum yang berlaku,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Jambi serta Ketua PGRI Provinsi Jambi, Nanang Sunarya, beserta pengurus daerah dari Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur. (yum)






