Kerinci, lugasline.id – Krisis air melanda Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Berhentinya operasional kincir air akibat menyusutnya Sungai Batang Merangin kini mengancam keberlangsungan ratusan hektare lahan persawahan warga (04/02/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan sawah mulai mengering karena tidak lagi mendapat pasokan air. Kincir-kincir air yang selama ini menjadi tumpuan petani lokal kini berhenti berputar akibat debit sungai yang merosot tajam.
Andi, warga setempat, mengungkapkan bahwa kesulitan ini bermula sejak air Danau Kerinci menyusut drastis. Fenomena ini menurutnya adalah kejadian luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
“Warga kesulitan menggarap sawah karena kincir air tidak bisa difungsikan lagi. Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir masyarakat di dua desa Pulau Pandan tidak bisa lagi bertani,” ujar Andi, Selasa (03/02/2026).
Andi menambahkan, penyusutan air ini diduga kuat merupakan dampak dari proses uji coba turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci. “Kabarnya ini dampak uji coba, padahal belum beroperasi secara penuh,” lanjutnya.
Keterkaitan antara penurunan debit air dan proyek tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra. Ia membenarkan adanya penurunan muka air Danau Kerinci akibat uji coba operasional PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
“Kami telah melakukan rapat pembahasan terkait uji coba pengaliran Danau Kerinci untuk keperluan PLTA PT KMH,” jelas Joni baru-baru ini.
Uji coba tersebut berlangsung pada 1–16 Januari 2026. Berdasarkan laporan PT KMH, satu dari tiga pintu air dibuka setinggi 20 sentimeter selama 16 hari untuk menggerakkan turbin. Sebagai langkah mitigasi, pihak perusahaan berjanji akan melakukan pendataan di wilayah terdampak dan menyediakan tandon air bagi warga.
“PT KMH akan mendata daerah yang kekurangan air dan menyiapkan bantuan tandon. Dampak ini merupakan bagian dari masa uji coba sebelum operasional permanen dilakukan,” pungkas Joni. (tim)






