Kerinci, Lugasline.com – Di balik rindang pepohonan dan sejuknya udara pegunungan Kerinci–Sungai Penuh, ada sebuah denyut baru yang menghidupkan akhir pekan para warganya: kicauan kutilang. Dari hobi yang sederhana, kontes Kutilang Kerinci–Sungai Penuh kini menjelma menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi semangat, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dimulai pada Mei 2021, kontes yang lahir dari kegemaran sekelompok pencinta burung kutilang ini terus berkembang hingga kini. Setiap helatannya tak pernah sepi dari para penghobi—baik yang datang untuk bertanding, berbagi pengalaman, maupun sekadar menikmati suasana yang akrab dan penuh canda.
“Lomba ini diadakan untuk mempererat silaturahmi antar kutilang mania Kerinci dan Sungai Penuh,” ujar Martin, salah satu pendiri kontes yang sejak awal konsisten menjaga semangat kebersamaan dalam komunitas ini. Ia menyebutkan, rencananya lomba akan digelar dua minggu sekali dengan lokasi yang berpindah-pindah di dua wilayah tersebut.
Namun, kontes ini tak berhenti sebagai ajang hobi saja. Di balik riuh rendah kicauan, roda ekonomi kecil masyarakat ikut bergerak. “Dengan adanya lomba ini, pemasukan masyarakat meningkat. Banyak warga yang berjualan di arena lomba,” kata Edri, pendiri lainnya. Mulai dari pedagang minuman, makanan ringan, hingga penjual perlengkapan burung, semuanya merasakan dampaknya.
Yang menarik, kutilang—burung yang dulu dianggap biasa—kini memiliki nilai ekonomi yang cukup mengejutkan. Harganya dapat mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, tergantung kualitas suara dan performanya. Tak hanya burungnya, perlengkapan pendukung seperti kampe (kotak kutilang) dan sangkar juga memiliki pasar yang menjanjikan. Dari kreativitas lokal hingga produk premium, semuanya diminati para penghobi.
Komunitas kutilang Kerinci–Sungai Penuh pun ikut membuka ruang usaha baru. Mereka menyediakan berbagai perlengkapan, bahkan burung kutilang pilihan bagi pemula maupun penghobi berpengalaman. “Bisa dihubungi Thephati Team untuk informasi lebih lanjut,” jelas Martin.
Lebih dari sekadar perlombaan, kontes kutilang ini telah menjadi bukti bahwa kegiatan sosial bisa membangun jejaring, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan ekonomi rakyat dalam satu wadah. Sebuah harmoni antara alam, manusia, dan kreativitas lokal.
Komunitas berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih, agar kegiatan positif ini dapat terus tumbuh dan menjadi ikon baru Kerinci–Sungai Penuh—di mana kicauan kecil burung kutilang membawa manfaat yang besar. (*)





