KERINCI,lugasline.id– Pekerjaan pemasangan paving block di sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Kerinci mendapat sorotan warga. SDN 053/III Koto Patah, Kecamatan Danau Kerinci Barat misalnya dinilai warga kualitas pekerjaan jauh dari standar teknis.

Dari pantauan warga, permukaan paving block di halaman sekolah tampak tidak rata dan bergelombang. Pada beberapa titik, paving bahkan bergoyang ketika diinjak. Kondisi itu diduga terjadi karena lantai kerja tidak dipadatkan secara benar sebelum pemasangan.
“Sepertinya dikerjakan asal jadi. Dasarnya tidak dipadatkan, makanya paving tidak rata dan goyang,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.
Dugaan pengerjaan asal-asalan itu kian diperkuat dengan ketiadaan papan informasi proyek di lokasi. Tidak adanya papan informasi membuat publik tidak mengetahui nilai anggaran, waktu pelaksanaan, hingga penanggung jawab teknis di lapangan.
Padahal, berdasarkan data LPSE Kerinci, proyek pemasangan paving block di SDN 053/III dikerjakan oleh CV NA PRO melalui skema pengadaan langsung dengan nilai kontrak Rp170,94 juta.
Aktivis Kerinci, Syafri, menilai absennya papan proyek mengindikasikan lemahnya transparansi. “Jika papan informasi saja tidak dipasang, itu sudah isyarat kuat proyek tidak ingin diawasi. Temuan di lapangan pun menunjukkan kualitas pekerjaan jauh dari standar. Publik berhak tahu karena ini menggunakan uang APBD,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV NA PRO belum memberikan penjelasan mengenai dugaan buruknya kualitas pekerjaan tersebut.
Kasus ini memicu desakan warga agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek pengadaan langsung di lingkungan Dinas Pendidikan Kerinci. Masyarakat khawatir skema tersebut rawan penyimpangan akibat lemahnya pengawasan dan minimnya keterbukaan informasi.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memastikan kualitas infrastruktur pendidikan tidak dikorbankan dan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.(yum)





