Kerinci, lugasline.id-Turnamen sepak bola bergengsi Bupati Kerinci Cup 2025 memasuki babak krusial. Namun di tengah tingginya antusiasme publik, turnamen justru dihantam polemik. Jadwal pertandingan semifinal belum juga diumumkan, memicu kekecewaan hingga desakan agar Ketua PSSI Kerinci mundur dari jabatannya.
Empat tim yang telah memastikan tiket semifinal — PS Semurup, PS Binhar FC, PSB 1961, dan PS Gelora Buana — kini hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Situasi ini membuat suasana sepak bola di Kerinci kian panas.

Keluhan pertama datang dari persoalan teknis yang disebut-sebut dipersoalkan panitia, termasuk isu domisili pemain yang dinilai seharusnya sudah selesai sejak awal kompetisi.
“Kalau tidak mampu menyelesaikan, Ketua PSSI sebaiknya mundur saja,” tegas Ihza, salah satu penggemar bola Kerinci.
Ia menilai masalah tersebut seharusnya sudah tercantum jelas dalam SOP turnamen sehingga tidak perlu menjadi hambatan di tengah kompetisi yang sudah memasuki tahap akhir.
Sejumlah pemerhati sepak bola Kerinci juga menyoroti munculnya spekulasi mengenai upaya mendiskualifikasi salah satu tim semifinalis.
“Jangan ada kesan PSSI mempermasalahkan hal-hal sepele. Semua sudah tahu siapa yang lolos. Publik hanya ingin semifinal segera digelar,” ujar salah seorang tokoh sepak bola lokal.
Penundaan tanpa kejelasan ini dinilai berpotensi merusak kredibilitas PSSI Kerinci sebagai penyelenggara.
Suporter Gelisah, Suasana Semakin Tegang
Di sisi lain, para suporter mulai menunjukkan kegelisahan. Mereka mengaku kecewa karena belum ada pengumuman resmi terkait jadwal semifinal.
“Kami menunggu pertandingan ini. Semoga PSSI Kerinci segera mengumumkan jadwal dan memastikan turnamen berjalan adil,” ujar salah satu supporter.
Situasi di lapangan pun disebut semakin tegang. Pendukung dari keempat tim terus memantau informasi terbaru, khawatir adanya keputusan mengejutkan di balik penundaan ini.
Masyarakat sepak bola Kerinci kini berharap PSSI Kerinci segera mengambil langkah tegas. Keputusan cepat dibutuhkan untuk meredam spekulasi, menjaga netralitas, serta memastikan turnamen tetap berjalan lancar dan sportif.
Semua mata kini tertuju pada PSSI Kerinci apakah mereka mampu mengembalikan kepercayaan publik dan mengumumkan jadwal semifinal dalam waktu dekat?(sal)





