
Sungai Penuh,lugasline.id- Seorang anak laki-laki bernama Gilang ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam istana balon yang sudah dilipat di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Minggu malam (30/11/2025).
Peristiwa ini memicu pertanyaan soal standar keselamatan wahana permainan anak di ruang publik.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB, ketika Gilang yang datang bersama orang tuanya selesai makan bakso di sekitar lapangan. Ia kemudian meminta izin untuk bermain di wahana istana balon. Menurut keterangan keluarga, Gilang berlari menuju arena permainan yang saat itu masih beroperasi dan dipenuhi pengunjung.
Namun hingga pukul 21.00 WIB, Gilang tidak kembali. Orang tua korban mulai mencari di seputaran Lapangan Merdeka dan menanyai sejumlah pedagang serta pengelola wahana. Sang ibu mendatangi pemilik istana balon untuk menanyakan keberadaan anaknya, namun pemilik mengatakan tidak melihat Gilang bermain di area tersebut.
Pencarian kemudian diperluas oleh keluarga dan kerabat. Sekitar pukul 21.15 WIB, kakek korban, Saprudin, kembali ke lokasi istana balon yang ternyata sudah ditutup dan mulai dilipat oleh pemiliknya. Ia meminta agar wahana dibuka kembali. Setelah beberapa bagian lipatan dibongkar, tubuh Gilang ditemukan berada di dalam tumpukan balon dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Saksi mengatakan posisi tubuh korban terlentang dan tanpa respons saat pertama kali ditemukan. Penemuan itu langsung memicu kepanikan pengunjung di sekitar lokasi.
Gilang segera dibawa ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh pada pukul 21.25 WIB oleh keluarga. Dokter jaga rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia lima menit setelah tiba di instalasi gawat darurat.
Hingga Selasa pagi, belum ada keterangan resmi dari pengelola wahana maupun otoritas setempat. Polisi disebut tengah mengumpulkan keterangan awal dari keluarga korban dan saksi di lapangan. Pemeriksaan lanjutan terkait dugaan kelalaian, termasuk apakah prosedur pengecekan keamanan dilakukan sebelum wahana ditutup, menunggu hasil investigasi lebih mendalam.
Peristiwa ini menambah sorotan terhadap keamanan wahana permainan anak yang beroperasi di ruang publik tanpa pengawasan ketat. Keluarga korban berharap aparat dapat memastikan penyebab kematian Gilang dan menindak pihak yang dinilai lalai dalam pengawasan operasional wahana tersebut
“Semoga tidak ada lagi kejadian serupa nantinya, kelalaian ini tentu harus dipertanggungjawabkan,” kata Sari warga Kota Sungai Penuh.(sal)





