Gembong Narkotika Internasional Dewi Astutik Ditangkap

 

Jakarta, lugasline.id- Dewi Astutik alias Mami, buron internasional dan otak penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle, akhirnya ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Operasi senyap lintas negara ini dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, atas perintah langsung Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto. Operasi ini mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI.

“Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh,” tulis siaran pers yang diterima dari BNN.

Dewi Astutik, warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggunakan identitas adiknya untuk mengelabui aparat. Dia sempat bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri sejak sekitar 2011. Karena dugaan keterlibatannya dalam penyelundupan narkoba, namanya masuk daftar buron internasional melalui red notice Interpol.

Dewi Astutik diduga sebagai otak penyelundupan sabu sebanyak 2 ton, bagian dari sindikat narkoba internasional dari kawasan Golden Triangle. Nilai narkoba tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 triliun.

Kepala BNN Marthinus Hukom mengungkap fakta penting di balik tertangkapnya Dewi Astutik. Jejak Dewi terendus setelah empat WNI ditangkap saat membawa narkotika di atas kapal di kawasan Asia Tenggara.