Jambi, lugasline.id – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GEMSAR) Jambi, Lahul Harisandi, melontarkan kritik pedas yang menohok langsung ke jantung kekuasaan di Kabupaten Sarolangun. Lahul menuding bahwa carut-marutnya persoalan PETI (Emas) dan Batubara di Sarolangun terjadi karena adanya benturan kepentingan yang sangat besar di tingkat pimpinan daerah (14/02/2026).
Lahul Harisandi menyatakan bahwa sulit mengharapkan ketegasan hukum jika pemegang kebijakan di Kantor Bupati diduga kuat juga merupakan “pemain” di sektor pertambangan.
Lahul Harisandi menyoroti dugaan keterlibatan aktif Bupati dan Wakil Bupati dalam bisnis tambang dan batubara. “Bagaimana mungkin regulasi ditegakkan jika yang membuat aturan juga yang bermain di lapangan? Ini adalah Penyebab dari Segala Sebab Masalah di Sarolangun,” tegas Lahul Harisandi.
Menurutnya, pembiaran terhadap kerusakan lingkungan akibat PETI dan kemacetan jalur batubara adalah bukti nyata bahwa kepentingan pribadi pejabat lebih didahulukan daripada keselamatan nyawa rakyat.
Lahul Harisandi menilai jabatan publik di Sarolangun saat ini hanya dijadikan alat untuk memuluskan operasional alat berat dan bisnis tambang pribadi maupun kelompoknya.
Kami tidak butuh pemimpin yang sibuk menghitung keuntungan batubara dan emas saat rakyatnya sesak nafas karena debu dan jalanan hancur. Sarolangun hari ini dikelola seperti perusahaan pribadi, bukan sebagai daerah otonom yang melayani masyarakat!” ujar Lahul. (sal)






