Kerinci, lugasline.id – Program bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR di Kecamatan Tanah Cogok kini tengah menjadi sorotan publik (03/02/2026). Pasalnya, ditemukan indikasi pemotongan anggaran yang signifikan, sehingga merugikan warga penerima manfaat.
Berdasarkan data yang dihimpun, tiap unit rumah seharusnya menerima bantuan senilai Rp20 juta. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan nilai fisik bangunan ditaksir hanya mencapai Rp10 juta, bahkan kurang.
Kecurigaan warga menguat saat merinci alokasi dana; dengan upah tukang yang hanya Rp2,5 juta, sisa dana untuk material bangunan dinilai tidak transparan.
Warga menduga adanya praktik mark-up harga material yang dimainkan oleh oknum koordinator dan pendamping program di toko bangunan yang telah ditunjuk. “Sisa saldo untuk material seharusnya kembali ke kami untuk mencukupi kebutuhan bangunan lain, tapi kenyatannya uang itu hilang tanpa kejelasan,” ujar salah satu warga yang minta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini dirilis, pihak pendamping program masih memilih bungkam saat dikonfirmasi. (tim)






