Nanik Mundur Demi Kesehatan, Prabowo Tunjuk Sudaryono sebagai Pengganti

Jakarta, lugasline.id – Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah memimpin lembaga tersebut selama kurang lebih satu setengah bulan. Keputusan itu diambil karena kondisi kesehatannya yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Penunjukan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Prasetyo menegaskan, penunjukan Sudaryono dilakukan untuk memastikan roda kepemimpinan BGN tetap berjalan sehingga pelaksanaan tugas lembaga, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat terus berlangsung tanpa hambatan.

Sebelumnya, informasi pengunduran diri Nanik dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menyampaikan bahwa sebelum berangkat menjalani pengobatan, Nanik telah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pengunduran dirinya.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza.

Meski masa kepemimpinannya relatif singkat, pemerintah menilai Nanik telah memulai berbagai langkah pembenahan di lingkungan BGN, khususnya dalam memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Di bawah kepemimpinannya, evaluasi dilakukan terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari hasil peninjauan tersebut, sekitar 3.000 dapur dipetakan berdasarkan standar mutu, sementara rencana penambahan dapur di wilayah yang dinilai telah mencukupi dihentikan.

Selain itu, BGN juga mengidentifikasi 414 SPPG yang bermasalah sehingga potensi kerugian negara senilai ratusan miliar rupiah dapat dicegah. Sebanyak 11 tim reformasi turut dibentuk untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Prioritas penyaluran manfaat juga diarahkan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dengan melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.

Melalui akun media sosial pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil semata-mata karena alasan kesehatan. Ia mengaku telah menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Presiden prihatin dan menyetujui pengunduran diri saya, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan dirinya tetap diminta berkontribusi dalam mengawasi jalannya lembaga tersebut. Bahkan, ia menyebut Presiden Prabowo berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional dan Program Makan Bergizi Gratis, serta dirinya berpeluang dipercaya memimpin dewan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak mengurangi komitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia mengawali karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit sebelum bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.

Lulusan Sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman itu kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada. Setelah Prabowo menjadi Presiden, Nanik dipercaya sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 2024.

Kariernya berlanjut saat ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada 12 Juni 2025. Selanjutnya, pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sebelum dipercaya memimpin BGN pada 2 Juni 2026 menggantikan Dadan Hindayana. Pada 22 Juli 2026, ia resmi mengakhiri masa jabatannya dengan mengundurkan diri demi menjalani pengobatan, dan pada hari yang sama Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN untuk melanjutkan kepemimpinan lembaga tersebut.(tim)