Kerinci, lugasline.id — Masyarakat Desa Pengut Hilir, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk untuk kebutuhan pertanian. Kondisi tersebut disebut masih dirasakan masyarakat hingga saat ini (30/09/2026).
Keluhan datang dari petani yang membutuhkan pupuk. Ketersediaan pupuk yang sulit diperoleh membuat masyarakat mempertanyakan mekanisme distribusi pupuk di wilayah mereka.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk berjalan sebagaimana mestinya.
“Sudah lebih dari 30 hektar sawah dk ado pupuk nyo” ujar narasumber.
Menurut masyarakat, persoalan pupuk bukan sekadar masalah ketersediaan barang, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha tani dan pendapatan keluarga petani.
“Kami berharap pemerintah melihat langsung kondisi kami saat ini. Sampai sekarang kami masih kesulitan mendapatkan pupuk, padahal pupuk sangat dibutuhkan kami,” keluh salah seorang warga Pengut Hilir.
Masyarakat meminta persoalan tersebut segera mendapat perhatian, terutama terkait stok, jalur distribusi, hingga pengawasan penyaluran pupuk agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat petani.
Warga juga berharap pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab sulitnya pupuk diperoleh di Pengut Hilir serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Jika kondisi ini terus berlangsung, masyarakat khawatir kebutuhan pupuk petani semakin sulit terpenuhi dan berdampak terhadap hasil pertanian. (yum)






