Belanja Masyarakat Diproyeksikan Capai Rp 116 Triliun

Jakarta,lugasline.id-Pemerintah menargetkan belanja masyarakat pada Januari 2026 mencapai Rp 116 triliun, didorong oleh diskon kereta api hingga 30 persen, angkutan laut 20 persen, diskon tiket pesawat 13-14 persen, dan diskon tarif tol 10-20 persen. “Stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan belanja masyarakat pada Januari yang diproyeksikan mencapai Rp 116 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Presiden Prabowo memberikan arahan untuk mempercepat realisasi belanja Kementerian/Lembaga dan menyiapkan langkah stimulatif untuk mendukung mobilitas masyarakat dan menjaga momentum kegiatan ekonomi. Pemerintah juga fokus pada inklusi keuangan, dengan 88,7 juta rumah tangga di Indonesia didorong untuk memiliki rekening sebagai landasan peningkatan inklusi keuangan.

Investasi strategis dari Republik Rakyat China senilai Rp 36,4 triliun juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan, kita menyampaikan bahwa dengan 88,7 juta rumah tangga di seluruh Indonesia, seluruhnya didorong untuk memiliki rekening sebagai landasan penting peningkatan inklusi keuangan dan efektivitas penyaluran bantuan Pemerintah,” ujar Airlangga.

Pemerintah terus mendorong edukasi dan literasi keuangan, terutama di tengah capaian inklusi yang sudah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. “Inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 92,7 persen, namun tingkat literasi berada pada angka 66,4 persen yang lebih tinggi dibanding rata-rata OECD,” kata Airlangga.

Ratu Maxima, United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Inclusive Finance for Development, mengingatkan bahwa kesehatan finansial merupakan suatu hal yang penting. “Financial health itu menjadi outcome, jadi keluaran program-program tersebut. Nah ini yang akan kita dalami dan bekerjasama dengan PBB,” pungkas Airlangga.(*)