Kerinci, lugasline.id— Perebutan kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci periode 2026–2031 mulai memasuki fase penting. Tujuh peserta tercatat mengikuti proses seleksi, masing-masing tiga kandidat dari internal perusahaan dan empat kandidat dari luar Perumda (25/09/2026).
Tiga nama dari internal Perumda yakni Zairusman, Zurial dan Sasrir. Sementara empat kandidat eksternal yang masuk dalam bursa ialah Mensediar, Kasmanto, Andi Yalmi dan Mario.
Kepala Bagian PSDA Ekonomi Setda Kerinci, Adrianto, menyampaikan bahwa setelah masa pendaftaran berakhir, Panitia Seleksi (Pansel) akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen seluruh peserta sebelum proses berlanjut ke tahapan berikutnya.
Tahapan tersebut menjadi sorotan karena latar belakang masing-masing peserta cukup beragam. Di satu sisi terdapat kandidat yang telah lama berkecimpung di lingkungan Perumda. Di sisi lain, sejumlah kandidat eksternal memiliki pengalaman profesional dan organisasi di luar perusahaan daerah.
Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Sasrir. Ia diketahui telah mengabdi sekitar tiga dekade di Perumda Tirta Sakti dan pernah menduduki jabatan Direktur Umum.
Dokumen laporan keuangan Perumda juga mencatat Sasrir pernah masuk dalam struktur direksi sebagai Direktur Umum pada periode sebelumnya.
Pengalaman puluhan tahun di lingkungan perusahaan daerah tentu memberikan pemahaman langsung mengenai operasional, tata kelola, sumber daya manusia hingga berbagai persoalan internal Tirta Sakti.
Namun, rekam pengalaman tersebut tetap harus diuji melalui mekanisme seleksi. Begitu pula kandidat dari luar perusahaan harus membuktikan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan jabatan direktur.
Rekam Kedekatan Politik Ikut Disorot
Selain pengalaman kerja, perhatian publik juga mengarah pada latar belakang sejumlah kandidat eksternal yang sebelumnya dikaitkan dengan perjalanan politik pasangan Monadi-Murison.
Mario, misalnya, dalam pemberitaan sebelumnya disebut telah mendampingi Monadi selama kurang lebih 12 tahun sebelum kemudian menjalankan tugas sebagai ajudan Bupati Kerinci.
Nama Mensediar juga pernah disebut sebagai bagian dari tim sukses Monadi-Murison dalam Pilkada Kerinci 2024.
Sementara Andi Yalmi sebelumnya diberitakan menjabat Sekretaris Tim Pemenangan Monadi-Murison pada Pilkada Kerinci 2024. Ia juga disebut memiliki hubungan dengan keluarga besar Monadi.
Rekam hubungan tersebut tidak serta-merta membuktikan seorang kandidat tidak memiliki kapasitas untuk memimpin Perumda. Namun, kondisi itu membuat tuntutan terhadap transparansi dan objektivitas proses seleksi menjadi semakin besar.
Publik tentu ingin mengetahui apakah seluruh kandidat akan dinilai menggunakan standar yang sama atau justru terdapat faktor lain di luar kompetensi yang ikut memengaruhi proses.
Pengalaman Harus Relevan dengan Jabatan
Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian berkaitan dengan pengalaman kerja. Kandidat dituntut memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang manajerial pada badan hukum serta pengalaman memimpin tim yang dibuktikan melalui dokumen dari pejabat berwenang.
Persyaratan tersebut tidak cukup hanya dipenuhi secara administratif.
Pansel perlu memastikan bahwa pengalaman yang dicantumkan kandidat benar-benar relevan dengan tugas seorang direktur perusahaan daerah.
Pengalaman sebagai ajudan, misalnya, merupakan pengalaman profesional dalam mendampingi pejabat. Demikian pula pengalaman dalam tim pemenangan merupakan pengalaman dalam organisasi politik.
Namun, kedua jenis pengalaman tersebut memiliki karakter berbeda dengan pengalaman mengelola badan usaha, mengatur keuangan, memimpin organisasi, mengendalikan operasional dan mengambil keputusan strategis.
Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh persyaratan benar-benar terpenuhi secara substansi.
Pemerhati kebijakan publik Deva Budyawan, S.IP., M.M., menilai pengisian jabatan strategis pada badan usaha milik daerah perlu mengedepankan prinsip meritokrasi.
Menurut perspektif kebijakan publik, penentuan pimpinan BUMD idealnya mengacu pada indikator yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti kompetensi, pengalaman yang relevan, rekam jejak, kemampuan manajerial dan integritas.
Perumda Tirta Sakti memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Direktur yang terpilih nantinya menghadapi dua tuntutan sekaligus. Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kedua, memastikan perusahaan mampu berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kemampuan mengelola perusahaan menjadi faktor penting yang perlu diuji secara serius dalam proses seleksi.
Bukan Sekadar Duduk di Kursi Direktur Tantangan Tirta Sakti tidak berhenti setelah direktur baru dilantik. Perusahaan membutuhkan tata kelola yang profesional, pengelolaan SDM yang baik, kondisi keuangan yang sehat serta operasional yang efisien.
Di saat bersamaan, Perumda juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan air bersih sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan Pendapatan Asli Daerah.
Kondisi tersebut menuntut direktur terpilih memiliki kemampuan nyata dalam mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan internal, meningkatkan pelayanan dan mengembangkan perusahaan.
Jabatan strategis seperti direktur Perumda juga membutuhkan kemampuan yang dapat dibuktikan melalui rekam kerja, bukan hanya hubungan atau kedekatan dengan pemegang kekuasaan.
Transparansi Jadi Kunci
Munculnya nama-nama dengan latar belakang berbeda membuat proses seleksi Direktur Tirta Sakti semakin penting untuk dikawal dari sisi transparansi. Jika kandidat berasal dari internal Perumda dan memiliki pengalaman panjang, publik dapat menilai rekam kerja serta capaian yang telah dihasilkan.
Sebaliknya, jika kandidat berasal dari luar perusahaan, pengalaman manajerial dan kemampuan mengelola organisasi maupun badan usaha perlu dibuktikan secara objektif.
Adapun jika terdapat kandidat yang memiliki hubungan dengan kepala daerah atau lingkungan politik, hubungan tersebut semestinya tidak menggantikan ukuran kompetensi dalam proses seleksi.
Transparansi menjadi cara paling efektif untuk mencegah munculnya persepsi bahwa jabatan strategis diberikan sebagai bentuk balas jasa politik.Pada akhirnya, persoalan utama bukan sekadar siapa yang berasal dari internal atau eksternal Perumda.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah siapa yang mampu memenuhi seluruh standar jabatan dan membuktikan kemampuan untuk membawa Tirta Sakti menjadi perusahaan daerah yang sehat sekaligus memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik.
Karena itu, masyarakat Kerinci memiliki kepentingan untuk melihat proses seleksi berjalan terbuka, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Kompetensi pengalaman yang relevan dan integritas harus menjadi dasar penilaian, Bukan kedekatan dengan kekuasaan. (sal)






