Sungai Penuh,lugasline.id-Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Sungai Penuh menggelar aksi Bela Palestina di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Ahad pagi (23/11/2025). Sejak pukul 06.00 WIB, banyak warga dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci ikut dalam aksi itu, mayoritas mengenakan busana serba hitam sebagai simbol duka atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Bendera Palestina berkibar di berbagai sudut lapangan, mengiringi alunan takbir dan seruan solidaritas yang menggema sepanjang kegiatan.
Meski udara pagi sempat diselimuti kabut, semangat peserta tidak surut. Relawan dan panitia terlihat sibuk menyiapkan peralatan suara, menata spanduk, dan mengatur barisan peserta. Aksi diisi dengan rangkaian zikir, doa, dan orasi kemanusiaan yang mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Rombongan terbesar datang dari wilayah Kayu Aro, Kerinci, yang menempuh perjalanan lebih dari satu jam. Mereka terdiri dari majelis taklim, pemuda masjid, hingga kelompok ibu-ibu pengajian. “Kami datang untuk menunjukkan empati, bukan sekadar hadir. Ini perjalanan hati,” ujar salah seorang peserta.
Selama aksi berlangsung, Lapangan Merdeka seakan berubah menjadi pusat gelombang solidaritas. Poster-poster berisi seruan kemanusiaan diangkat tinggi, sementara anak-anak yang hadir bersama orang tua juga terlihat membawa poster buatan tangan bertemakan perdamaian dan kebebasan.
Tokoh Masyarakat Turut Hadir
Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama turut memberikan dukungan moral. Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Emrizal, hadir di tengah kerumunan peserta. Ia menegaskan bahwa aksi ini mencerminkan empati dan keterlibatan masyarakat daerah terhadap tragedi kemanusiaan dunia.
“Solidaritas tidak mengenal batas geografis. Suara kemanusiaan harus tetap disuarakan,” ujarnya.
Ketua MUI Kota Sungai Penuh, Jasrial Zakir, memimpin doa bersama sebagai penutup rangkaian inti acara. Ribuan tangan serentak menengadah saat doa dipanjatkan, memohon agar kekerasan di Palestina segera berakhir dan para korban mendapat perlindungan Allah SWT.
Selain itu, sejumlah dai dari Kerinci dan Sungai Penuh juga menyampaikan tausiyah yang menekankan nilai persaudaraan, kepedulian, serta ajakan untuk menjadikan aksi kemanusiaan sebagai langkah nyata, tidak berhenti pada agenda massa saja, tetapi melalui bantuan yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Aksi Kemanusiaan Tanpa Afiliasi Politik
Koordinator aksi dari Salimah Sungai Penuh menegaskan bahwa kegiatan ini murni gerakan kemanusiaan tanpa afiliasi politik. Aksi ini, katanya, merupakan kampanye kepedulian yang diharapkan dapat terus digelar secara berkala.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci tidak tinggal diam. Ada tanggung jawab moral yang harus terus kita suarakan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang berisi dukungan terhadap upaya perdamaian dunia dan desakan agar krisis kemanusiaan di Palestina menjadi perhatian serius komunitas internasional. Panitia juga mengumumkan bahwa penggalangan donasi akan dilanjutkan bekerja sama dengan lembaga resmi kemanusiaan.
Menjelang siang, ribuan peserta membubarkan diri secara tertib. Lapangan Merdeka kembali lengang, namun suara solidaritas yang berkumandang dari Sungai Penuh diyakini belum akan berhenti. Konsistensi kepedulian masyarakat menjadi pesan utama aksi ini: Palestina tidak sendiri. (ham)






