Jakarta, lugasline.id – Meta akan memperketat sistem pendaftaran penjual di Facebook Marketplace dengan mewajibkan verifikasi identitas bagi pengguna yang ingin menjual produk tertentu. Nantinya, penjual harus melalui proses verifikasi menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) dan pemindaian wajah sebelum dapat menawarkan barang di platform.(27/07/2026)
Kebijakan tersebut difokuskan pada kategori produk bernilai tinggi dan berisiko, seperti elektronik, kendaraan, serta properti. Dengan demikian, proses berjualan di Facebook Marketplace tidak lagi cukup hanya mengunggah foto dan memasang iklan. Penjual diwajibkan menyelesaikan verifikasi identitas resmi terlebih dahulu sebelum listing dapat dipublikasikan.
Menurut Meta, langkah ini bertujuan memastikan bahwa setiap akun yang menawarkan produk benar-benar dimiliki oleh individu yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Selain meningkatkan keamanan, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menekan penyalahgunaan akun bot, akun hasil peretasan, maupun akun palsu yang selama ini sering digunakan pelaku penipuan untuk menawarkan barang fiktif di Facebook Marketplace.
Sebagai bagian dari perubahan ini, Meta akan memberikan label “Verified Seller” atau Penjual Terverifikasi kepada akun yang berhasil melewati proses verifikasi. Status tersebut akan memberikan keuntungan berupa prioritas dalam algoritma Facebook sehingga produk yang dijual lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli di sekitar lokasi penjual.
Bersamaan dengan penerapan kebijakan baru tersebut, Meta juga memperkenalkan aplikasi khusus bernama Seller yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace.
Aplikasi Seller dilengkapi teknologi Meta AI yang dapat membantu penjual membuat judul dan deskripsi produk, menentukan kategori, hingga memberikan rekomendasi harga hanya dengan mengunggah foto barang. Selain itu, aplikasi ini menghadirkan fitur Bulk Listing untuk mengunggah banyak produk sekaligus, Seller Home guna memantau pesanan dan aktivitas penjualan, Unified Seller Inbox untuk mengelola percakapan dengan pembeli, serta Performance Insights yang menyajikan statistik performa toko.
Hingga kini, Meta belum mengumumkan jadwal peluncuran aplikasi Seller di negara lain. Meski demikian, perusahaan menegaskan pengguna yang tidak menggunakan aplikasi Seller tetap dapat berjualan melalui aplikasi Facebook seperti biasa. Seluruh listing, riwayat percakapan, dan histori penjualan di aplikasi Seller juga akan otomatis tersinkronisasi dengan akun Facebook dan ditampilkan di Facebook Marketplace.
Peluncuran aplikasi Seller dilakukan bertepatan dengan hampir satu dekade usia Facebook Marketplace. Menurut Meta, platform tersebut kini menampung lebih dari 430 juta listing setiap bulan di seluruh dunia dan telah berkembang dari sekadar tempat jual beli barang bekas menjadi sarana bisnis bagi jutaan pengguna.(tim)






