Wajah Baru Bandara Depati Parbo: Kemenhub Kucurkan Rp15 Miliar di Tahun 2026

kerinci, lugasline.id – Keseriusan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam memodernisasi infrastruktur udara di Provinsi Jambi kian nyata. Pada Tahun Anggaran 2026, Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci dipastikan mendapat suntikan dana segar sebesar Rp15 miliar untuk peningkatan fasilitas (04/04/2026).

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp5,87 miliar dialokasikan khusus untuk paket pekerjaan konstruksi darat yang akan segera dieksekusi. Berikut adalah poin-poin penting terkait pengembangan bandara tersebut.

Dengan pagu anggaran senilai Rp5.879.558.000, proyek ini akan fokus pada tiga aspek vital melalui nomenklatur Pekerjaan Pembangunan Access Road, Pelataran Parkir PKP-PK, dan Service Road.

Dana ini akan digunakan untuk:

  • Pembangunan jalan akses utama bandara.
  • Penyediaan jalan layanan (service road).
  • Pembangunan pelataran parkir khusus armada Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Proyek ini mengusung misi keberpihakan pada ekonomi lokal. Kemenhub mewajibkan penyedia jasa berasal dari kalangan Usaha Kecil atau Koperasi serta wajib menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN).

Guna mempercepat proses, Satuan Kerja (Satker) Bandara Depati Parbo menggunakan metode E-Purchasing (Katalog Elektronik). Proses pemilihan kontraktor dijadwalkan rampung pada Februari 2026, dengan masa pengerjaan fisik mulai Februari hingga Desember 2026.

Gubernur Jambi, Al Haris, telah meninjau langsung progres terminal baru pada Sabtu (7/3/2026) didampingi Bupati Kerinci Monadi dan mantan Pj Bupati Kerinci Asraf. Al Haris memberikan apresiasi atas kondisi terminal yang kini jauh lebih representatif.

“Alhamdulillah terminal barunya cukup bagus, area parkirnya juga sudah tertata dengan baik. Ke depan kita akan fokus mengurus perpanjangan runway bersama Bapak Bupati,” ujar Al Haris.

Target besar selanjutnya adalah memperpanjang landasan pacu (runway) agar mampu didarati pesawat berbadan lebih besar seperti Batik Air atau Citilink. Hal ini diharapkan dapat memangkas keterisolasian dan memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah “Sakti Alam Kerinci” serta daerah tetangga seperti Solok Selatan, Mukomuko, hingga Merangin.

Mengenai frekuensi penerbangan, Gubernur Jambi mengaku optimis meski dimulai secara bertahap.

“Walaupun nantinya penerbangan hanya dua kali seminggu tidak masalah. Yang penting masyarakat Kerinci, Solok Selatan, Mukomuko hingga Merangin bisa memanfaatkan bandara ini,” katanya.

Dengan investasi besar ini, publik kini berharap pengawasan pengerjaan dilakukan secara ketat agar kualitas aspal dan beton yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi anggaran miliaran rupiah tersebut. (tim)